Tag

, , ,

Oleh: Ramdhani

Tuhan telah pulang
tersesat di antara rembulan
kala matahati bisu dari dzikir
Melekatlah dahi ini mengganjilkan bilangan-bilangannya

Tuhan telah pulang
bertamu di mesjid-mesjid
di surau
di kantor
di sekolah
di pasar
di jalan raya
di rumah-rumah
di hati
di napas
di darah kami

mengantri kami berjabat tobat, karena kami rindu menyapu laknat saat Kau pergi

Sungguh Tuhan telah pulang
kami bersimpuh di genggaman-Mu
berharap Kau tak lagi menghilang

Cirebon, 30 Sya’ban 1430

Iklan