Hey, tahukah kau jika aku sedang rindu
Memendamnya dalam laku yang malu
Dan kini rinduku mulai matang
Melunak bagai alpukat yang telah kuperam seminggu
.
Jangan hanya berdiri terpaku
Atau menatapku termangu
Bukan laku itu yang kumau
Cukup bisikkan sebuah kata rindu di telingaku
.
Aih, gelak tawamu makin membuatku tersipu
Namun kunikmati serupa candu
Dengan debaran dada yang bertalu
Beriring pipi merona merah jambu
Cukuplah tingkahmu membuatku gagu
Hingga lidahpun turut beku
Menanti dengan dada sehangat tungku
Sepatah kata rindu yang kuharap tak palsu
Ah, kusudahi saja monolog rinduku
Sudah terlalu lama hati dalam belenggu
Menebak rasamu yang ambigu
Bila benar kau rindu,
Kata itu malam ini kutunggu…

