
Aku sering sekali bermimpi. Ular-ular, entah dari mana datangnya mengerubuti dan membelit-belit kedua kakiku, merayap naik dan mematuki perut buncitku.
“Aku takut sekali, Mas,” kataku pada suamiku untuk kesekian kali.
“Ah, berapa kali harus bilang kalau itu cuma mimpi..tidak usah terlalu banyak dipikir,” jawabnya pendek. Selalu begitu. Anehnya aku selalu terdiam. Mungkin memang benar, cuma mimpi, tapi kenapa selalu berulang sampai tujuh kali?
Kata orang, perempuan yang sedang hamil selalu mempunyai perasaan yang aneh-aneh, bahkan kadang melakukan tindakan-tindakan yang aneh pula. Melihat gejala yang kualami ini, aku bisa membenarkan. Tapi semua menjadi tidak benar jika aku teringat asal muasal mimpi-mimpi burukku itu.
Saat usia kehamilanku baru empat bulan, mas Santo, suamiku yang baru pulang dari sawah, bercerita padaku bahwa dia bertemu ular di tegalan. Read the rest of this entry »
