“Hen.. Hendra!” samar-samar aku mendengar suara memangil-manggil namaku, lalu sentuhan lembut terasa di pipiku.
“Hen, kita sudah sampai, sayang…” ucap suara lembut itu lagi. Dengan bersusah payah, aku coba untuk bisa membuka mata ini. Tapi… Akh! Kepala ini terasa berat sekali. Pening. Dan dalam samar pandanganku, aku menoleh ke arah suara itu. Seorang wanita yang aku kenal tersenyum menatap diriku. Dia adalah Tante Siska.
“Udah sampai kita, Tante?” tanyaku sambil memegang kepalaku yang terasa berat ini. Tante Siska hanya menganggukan kepala. Lalu ia pun membuka pintu, keluar dari mobil, dan berjalan memutar menghampiri pintu dimana aku duduk.
Dibukanya pintu mobil itu,”yuk, tante bantu kamu turun.”
Lalu diletakannya tanganku di bahunya, sementara tangan kanannya melingkar di pinggangku. Membantu diriku untuk turun dari mobil dan berdiri.
“Kamu mabuk berat tadi, sayang..” ucap Tante Siska, sambil tangannya mengelus lembut pipiku. Read the rest of this entry »



